Portal Berita DPMD

Tingkatkan Kapasitas BUMDes Watunggere, Dinas PMD Gelar Pelatihan Manajemen

Dinas PMD |
Tingkatkan Kapasitas BUMDes Watunggere, Dinas PMD Gelar Pelatihan Manajemen

DETUKELI – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Ende kembali melakukan langkah strategis guna mendorong kemandirian ekonomi tingkat desa. Pada hari Jumat (12/6/2026), Dinas PMD secara resmi menggelar Pelatihan Manajemen Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Watunggere, Kecamatan Detukeli.

Kegiatan fasilitasi dan peningkatan kapasitas manajerial tersebut dipusatkan di Balai Desa Watunggere. Rangkaian acara pelatihan dimulai tepat pada pukul 09.00 WITA dan berlangsung secara komprehensif hingga selesai.

Kehadiran peserta dalam agenda ini menunjukkan komitmen penuh dari jajaran kepengurusan BUMDes setempat dalam memajukan desa. Pihak yang hadir meliputi susunan lengkap organisasi, yakni Direktur BUMDes, Sekretaris, Bendahara, para Ketua Unit Usaha, jajaran Pengawas, serta Penasihat BUMDes.

Guna memastikan esensi materi tersampaikan dengan maksimal, Dinas PMD Kabupaten Ende menerjunkan tim pemateri yang dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan dinas. Kepala Dinas PMD Kabupaten Ende, Adrianus Yosafat Muda, ST, turun langsung untuk memaparkan arah kebijakan strategis terkait tata kelola dan legalitas BUMDes.

Turut mendampingi pimpinan dan memberikan materi esensial adalah Kepala Bidang Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat (PUEM), Arnoldus J. Renggi, SE. Pemaparan dari Bidang PUEM difokuskan pada pemetaan potensi pasar dan strategi penguatan permodalan untuk mendukung keberlanjutan ekonomi desa.

Selain unsur pimpinan dinas, pelatihan ini juga diisi oleh tim teknis yang terdiri dari jajaran Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat pada Dinas PMD Kabupaten Ende. Kehadiran para tenaga fungsional ini bertujuan untuk memberikan pendampingan manajerial dan administratif yang lebih terukur serta aplikatif.

Tim fungsional yang bertindak sebagai narasumber teknis antara lain Katarina Mbata, S.Sos., dan Simil Septianus. Keduanya secara bergantian membedah aspek teknis manajemen organisasi, sinkronisasi data usaha, serta penataan tata kelola administrasi kelembagaan harian BUMDes.

Pendalaman materi manajerial selanjutnya diteruskan oleh Sigrit Nggala dan Ignasius Fe, SKM. Sesi pendampingan dari narasumber ini difokuskan pada mitigasi risiko bisnis, pengawasan, serta evaluasi terhadap unit-unit usaha yang sedang berjalan di BUMDes Watunggere.

Dalam forum pelatihan tersebut, dilakukan pembedahan khusus terhadap unit-unit usaha lokal yang tengah dikembangkan. Diketahui bahwa BUMDes Watunggere saat ini berfokus menjalankan dua unit usaha strategis yang menjadi motor penggerak ekonomi warga, yakni Peternakan Ayam Petelur dan Pertanian Hortikultura.

Kedua unit usaha pengelolaan sektor agribisnis dan peternakan ini dinilai sangat prospektif oleh tim Dinas PMD. Selain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ketahanan pangan lokal masyarakat, pengembangan hortikultura dan suplai telur secara terintegrasi ini diyakini mampu mengakselerasi peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Secara keseluruhan, dinamika pelatihan manajemen pengelolaan BUMDes Watunggere terlaksana dengan sangat lancar. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui diskusi dua arah dan konsultasi permasalahan usaha secara langsung dengan tim pembina dari Dinas PMD.

Hasil paling substansial dari penyelenggaraan kegiatan peningkatan kapasitas ini adalah tercapainya rumusan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL). Poin-poin RKTL operasional yang telah disepakati bersama tersebut menjadi pedoman mutlak yang wajib segera dilaksanakan oleh seluruh pengurus demi mewujudkan tata kelola BUMDes Watunggere yang tangguh, mandiri, dan menguntungkan.